Penilaian Serta Perbandingan Universitas binadarma.ac.id dan unja.ac.id Dengan Menggunakan easycounter.com

Binadarma.ac.id
Sejak Maret 2012, binadarma.ac.id memiliki peringkat 162.599 di dunia, sedangkan di Indonesia peringkat 3.207. binadarma.ac.id dimiliki dari beberapa entitas dari muham573. Penagihan kontak id: muham 573 ke Uptsim Bina Darma yang diselenggarakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia. Dalam Yandex indeks kutipan topical, Binadarma memiliki pagerank Google  yang layak dan hasil buruk yang disosialisasikan dengan jaringan social. Binadarma.ac.id domain yang aman tanpa komentar pengunjung. Dari pengunjung di seluruh dunia, binadarma.ac.id mendapat 98,7% dan berada di peringkat 11.765. Binadarma.ac.id memiliki 1.10K pengunjung dan tampilan halaman setiap hari. Binadarma.ac.id memiliki subdomain yaitu eprints.binadarma.ac.id dimana paling populer dengan 29.32%.




Unja.ac.id
Sejak April 2011, unja.ac.id memiliki peringkat 487.199 di dunia, sedangkan di Indonesia peringkat 8.727. Unja.ac.id dimiliki dari beberapa entitas dari Universitas Jambi Teguh Sumarsono yang diselenggarakan oleh pelanggan PT Telkom Indonesia dan Universitas Jambi. Unja memiliki pagerank Google yang tinggi dan hasil buruk yang disosialisasikan dengan jaringan social. Unja.ac.id domain yang aman tanpa komentar pengunjung. Dari pengunjung di seluruh dunia, unja.ac.id mendapat 100% dan berada di peringkat 10.430. Unja.ac.id memiliki 1.49K pengunjung dan 2.08K tampilan halaman setiap hari. Unja.ac.id memiliki subdomain yaitu fkip.unja.ac.id dimana paling populer dengan 13,89%.



Perbandingan binadarma.ac.id dengan unja.ac.id yaitu dari pengunjung di seluruh dunia dimana binadarma.ac.id hanya mendapat 98,7% dengan peringkat 11.765 dan hanya memiliki 1.10K pengunjung dan tampilan halaman setiap hari, sedangkan unja.ac.id unggul mendapat 100% dengan peringkat 10.430 dan memiliki 1.49K pengunjung dan 2.08K tampilan halaman setiap hari.

Metodologi Penilaian Website easycounter.com (detik.com)

Easycounter.com merupakan suatu website yang gratis yang menyediakan informasi untuk melacak popularitas website.

Menganalisa website detik.com
Pada April 2011, detik.com peringkat 305 di dunia dan peringkat 7 di Indonesia. Detik.com dimiliki oleh entitas dari Siberkom PT. Agranet Multicitra Aldevco Octagon Building lt 2 yang diselenggarakan oleh PT. Detik . Detik memiliki pagerank Google yang tinggi dan hasil yang buruk dalam hal Yandex indeks kutipan topical. Detik.com sangat disosialisasikan yang dihubungkan dengan saham Google+ (210K), saham Facebook (97.7K), dan Twitter (5.54K). detik.com merupakan domain yang dipercaya dengan ulasan pengunjung yang positif.
Detik.com memiliki 89,45% dari lalu lintas Indonesia yang berada di peringkat 8.
Detik.com mempunyai 1.29M pengunjung dan 9.34M halaman yang diulas setiap hari.
News.detik.com merupakan subdomain detik.com yang paling populer dengan 22,81% total lalu lintas.
Detik.com mempunyai Google PR 6 dan kuncinya adalah detik dengan 6,11% lalu lintas pencarian.
Detik.com memiliki keterlibatan social 7,9%  total lalu lintas dari jaringan social dalam kurun waktu 3 bulan terakhir dan paling aktif terdeteksi di Google (210K+). 




MEMAKAI DAN MANFAAT INTERNET SAAT PERTAMA KALI

MEMAKAI DAN MANFAAT INTERNET SAAT PERTAMA KALI

Pertama kali saya memakai internet saat saya belajar computer di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu, saya diajarkan bagaimana cara ngebrowsing. Setelah itu, saya mencoba ngebrowsing sendiri seperti ngebrowsing gambar-gambar yang positif, mencari tugas-tugas melalui internet. Kemudian saya lebih sering membuka-membuka internet untuk mencari hal-hal yang positif. Manfaatnya tentu mudah dapat informasi-informasi dan pengetahuan disbanding harus membaca dan mencari-cari buku dan belum tentu apa yang kita cari itu ada. Demikian deskripsi saya tentang memakai internet pertama kali.
Membetulkan dan Mengefektifkan Kalimat
·         Untuk dapat membetulkan sesuatu, harus mengetahui dengan tepat letak kesalahan terlebih dahulu.
·         Perlu dibedakan antara kalimat yang salah dan kalimat yang kurang efektif.
·         Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat ditangkap dan mudah dipahami oleh pembaca, menghayati masing-masing tuturan ini.
·         Kesalahan kalimat dapat dibedakan dari dua segi yaitu kesalahan internal dan kesalahan eksternal.
·         Kesalahan internal adalah kesalahan kalimat yang diukur dari unsur-unsur dalam kalimat.
·         Kesalahan eksternal adalah kesalahan kalimat yang diukur dari unsur luar kalimat yang bersangkutan. Contoh: Kepada semua informan mendapatkan dua macam instrument yaitu angket dan catatan kegiatan.
·         Kelogisan kalimat akan tampak pada kejelasan fungsional antarusur kalimat yaitu unsure pokok (subjek), sebutan (predikat), objek, pelengkap, dan keterangan. Contoh: Dalam sayuran daun hijau sudah terdapat pengadaan gizi yang lengkap, pencernaan menjadi lancer, kesehatan, dan kesejahteraan terjamin.
·         Kesalahan kalimat secara eksternal diukur dari cocok tidaknya sebuah kalimat-kalimat.
·         Dalam menyusun sebuah kalimat seringkali dengan kata depan atau preposisi, lalu verbanya menggunakan bentuk aktif atau berawalan men-naik dengan atau tanpa akhiran kan. Contoh: Bagi yang merasa kehilangan buku tersebut harap mengambilnya di kantor. Kalimat ini akan benar jika menghilangkan kata depan pada masing-masing kalimat atau mengubah verba pada kalimat misalnya dari aktif menjadi pasif.
·         Kesalahan kata depan pada awal kalimat yang biasanya diduduki subjek, sering juga ditemui pada objek. Contoh: Hari ini kita tidak akan membicarakan lagi mengenai soal harga tetapi soal ada tidaknya barang itu. Kalimat ini akan benar jika menghilangkan kata depan.
·         Kesalahan pemakaian kata depan lain dapat ditemui pada konstruksi frasa: termilik+pemilik. Adanya kecenderungan mengeksplisitkan hubungan antara termilik dengan pemilik dengan memakai kata depan dari atau daripada. Contoh: Kebersihan lingkungan adalah kebutuhan dari warga.
·         Dalam kalimat dasar, verba dapat dibedakan menjadi verba yang menuntut hadirnya satu pelaku dan verba yang menuntut hadirnya lebih dari satu pelaku. Dalam pembentukan kalimat, kesalahan yang mungkin terjadi ialah yang penggunaan verba dua pelaku, namun salah satu pelakunya tidak tercantumkan. Contoh: Dalam perkelahian itu dia berpukul-pukulan dengan gencarnya.
·         Menurut kaidah, konstruksi pasif berpronomina berpola aspek+pronomina+verba dasar.
·         Kesalahan yang sering terjadi ialah penempatan aspek di antara pronominal dengan verba atau dalam pola: pronominal+aspek+verba dasar. Contoh: saya sudah katakana bahwa…
·         Dalam menyusun kalimat sering dipakai kata sarana dapat berupa kata depan dan kata penghubung.
·         Kesalahan pemakaian kata depan umumnya terjadi pada pemakaian kata depan di, pada, dan dalam. Ketiga kata depan ini sering dikacaukan. Contoh: Disaat istirahat penyuluh mendatangi para petani.
·         Adapun kesalahan pemakaian kata penghubung umumnya terjadi karena ketidaksesuaian antara pemakaian kata penghubung dan makna hubungan antarklausanya. Contoh: rapat hari ini ditunda berhubung peserta tidak memenuhi kuoram.
·          Setiap tuturan terdiri atas beberapa bagian atau satuan gramatikal. Contoh: Setamat dari SMA, Wati bercita-cita melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi. Fakultas Ekonomi didirikan pada tahun 1972. Dosen, asisten, dan karyawan mempunyai dedikasi yang cukup tinggi.

·         Ekonomis dalam berbahasa berarti penghematan kata dalam tuturan.

PEMBENTUKAN LEBIH LANJUT

D. PEMBENTUKAN LEBIH LANJUT
·         Pembentukan kata turunan melalui proses morfologi bahasa Indonesia dengan kata-kata serapan sebagai bentuk dasarnya.
·         Kata-kata serapan adalah proses pembentukan sebagaimana warga kosakata yang lain. Ada 3 macam proses pembentukan:
1)      Pengimbuhan
2)      Pengulangan
3)      Pemajemukan
·         Unsur serapan hanya menyangkut pengimbuhan karena dalam pengulangan dan pemajemukan tidak ada yang perlu dibicarakan.
·         Pembentukan lebih lanjut sudah dimulai ketika konfiks:
Ø  Peng-an, dan
Ø  Ke-an dengan unsur serapan sebagai kata dasarnya.
·         Waktu dibicarakan pengulangan kata:
Ø  ‘data’ ,
Ø  ‘politisi’ , dan
Ø  ‘arwah’
·         Penambahan awalan:
Ø  Meng- ,
Ø  Peng- , dan
Ø  Peng-an , perlu diamati karena kata dasar yang berupa serapan diperlakukan sama atau berbeda dengan kata-kata yang lebih asli.
·         Unsur-unsur serapan ada yang diawali dengan gugus konsonan.
·         Kata-kata yang diawali oleh konsonan hambatan tak bersuara:
Ø  /p/ ,
Ø  /t/ ,
Ø  /k/ , dan
Ø  Geseran apiko-alveloar /s/ , mendapat awalan meng- atau peng- fonem tersebut hilang/luluh. 

Ucapan dan Ejaan


Ucapan dan Ejaan

1). Penulisan Huruf
         a. Penulisan Huruf Kapital

             1. Mengawali kalimat yang baru
                 Contoh: 1. Ayah membaca koran setiap hari.
                               2. Ibu mempunyai bajau baru.
             2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
                 Contoh: 1. Kata Ayah, “Saya harus kuliah dengan baik.”
                               2. ”Dia akan ikut,” ucapnya.
             3. Huruf awal pada nama diri.
                 Contoh: 1. Nama saya adalah Tamara Bonar Siorus.
                               2. Saya mempunyai kakak yang bernama Adiatma Sitorus.
             4. Huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan                  Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
                 Contoh: 1. Hanya Engkaulah yang paling mengasihi hambaMu.
                               2. Yang Maha Esa.
             5. Huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
                 Contoh: 1. Sri Sultan Hamengkubowono X.
                               2. Ir.Soekarno.
                 Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan                      keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
                 Contoh: 1. Mereka keturunan sultan.
                               2. Selamat, kamu sudah mendapat gelar doctor.
             6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti                      nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau                    nama tempat.
                 Contoh: 1. Presiden Indonesia.
                               2. Kepala Yayasan SMA Bina Dharma.
             7. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai                          nama jenis atau satuan.
                 Contoh: 1. Saya membeli bika ambon.
                               2. Tegangan yang keluar hingga 100 volt.
             8. Huruf kapital tidak dipakai pada nama diri apabila diapit dengan awalan dan akhiran
                 Contoh : 1. Ucapan kejawa-jawan.
                                2. pengserikatan.
         b. Huruf Tebal dan huruf Miring
             1. Huruf tebal digunakan pada judul buku,  nama majalah
                 Contoh: 1. Soccer
                               2. Bahasa Indonesia
             2. Huruf tebal digunakan pada judul naskah yang belum diterbitkan sebagai buku seperti                            naskah skripsi, tesis cukup ditulis dalam tanda petik (“___”)
                 Contoh: 1. “Pengaruh Kualitas Pemain Sepakbola Indonesia”
                               2. “Menganalisa Motivasi Pemain Indonesia”
                 Jika dicetak maka judul diatas harus ditulis dengan garis miring.
                 Contoh: 1. “Pengaruh Kualitas Pemain Sepakbola Indonesia”
                               2. “Menganalisa Motivasi Pemain Indonesia"
             3. Judul karangan yang dimuat dalam majalah atau dalam buku kumpulan karangan, atau judul                  satu bab dari suatu buku yang harus ditulis dengan huruf miring, kalau diketik atau ditulis                        tangan diantara tanda petik.
                 Contoh: 1. "Huku Newton"
                               2. "Gaya Gravitasi"
             4. Huruf miring juga dipergunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan kata.
                 Contoh: 1. Huruf belakang kata belajar adalah r.
                               2. Dia penipu bukan ditipu.
             5. Huruf miring digunakan untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing yang belum                          disesuaikan ejaannya.
                 Contoh: 1. Newton adalah penemu hukum newton.
                               2. Oryzasativa adalah nama latin dari tanaman padi.
         c. Penulisan Partikel dan Awalan
             1. Ada kata yang harus ditulis serangkai
                 Contoh: 1. Sepakbola
                               2. Handphone
             2. Kata antara ditulis terpisah tapi kata antar tidak
                 Contoh: 1. Antarwilayah
                               2. Antarsekolah
         d. Penulisan Bilangan
             1. Bilangan yang menunjukan satu sampai sembilan ditulis dengan huruf.
                 Contoh: 1. Dua ribu rupiah.
                               2. Dua juta rupiah.
             2. Bilangan dengan ukuran dan timbangan digunakan juga tanda titik dan koma
                 Contoh: 1. 2.000.000
                               2. 2.000.000,00 (untuk menyatakan rupiah)
         e. Tanda Baca
             1. Tanda Titik
                 a. Tanda titik digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat.
                     Contoh: 1. ibu pergi ke pasar.
                                   2. Aku mencintaimu.
                 b. Tanda titik juga digunakan pada suatu gelar yang diletakan dibelakang nama tetap                                menggunakan tanda titik dibelakang tanda koma.
                     Contoh : 1. Prof. Tamara Sitorus, S.E. M.M
                                    2. Drs. Bonar Sitorus M.M
                 c. Tanda titik juga digunakan dalam Daftar pustaka
                     Contoh: 1. Peranginangin, Sutojo (2000). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Papua:                                           Penerbit Andi Offset. • Soekirno, Harimurti (1999). Cara Mudah Menginstall                                             Web Server Berbasis Windows Server 1998. Jakarta: Elex Media Komputindo

                                   2. Supono, B.R., Sarasih, J.A,
Ø & Handriani, W.B.T. (2002). Memasuki Dunia E-                                          Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
             2. Tanda Koma (,)
                 a. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilang.

                     Contoh: 1. Tamara membeli motor, mobil, dan pesawat.
                                   2. Dia terlihat baik, cantik, dan tidak sombong.
                 b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara                                berikutnya yang didahului oleh kata, seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali.
                     Contoh: 1. Ayah suprija bukan ayah ija, melainkan ayah supri.
                                   2. Saya ingin main, tetapi saya masih mengerjakan tugas.
                 c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak                              kalimat tersebut mendahului induk kalimat.

                     Contoh: 1. Kalau hari ini saya tidak ada tugas, saya akan main.
                                   2. Sesibuk apapun, ia tak akan lupa kepada saya.
                 d. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak                      kalimat tersebut mengiring induk kalimat.
                     Contoh: 1. Saya akan main kalau hari ini tidak ada tugas.
                                   2. Hal itu sesuatu yang tidak penting.
                 e. Tanda koma dipakai dibelakang ungkapan atau kata penghubung antara kalimat yang                            terdapat pada awal kalimat. Termasuk didalamnya, oleh karena itu, jadi, lagipula,                                    meskipun begitu,sehubungan dengan itu, dan akan tetapi.
                     Contoh: 1. Oleh karena itu, penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. 
                                   2. Jadi, kamu sekarang harus kuliah.
                  f. Tanda koma dipakai dibelakang kata – kata seperti o, ya, wah,aduh dan kasian,atau kata-                      kata yang digunaka sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Ma dari kata lain yang terdapat                      di dalam kalimat.
                     Contoh: 1. ya, aku mencintaimu.
                                   2. kasian, karna dia diputusin pacarnya.
                 g. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat
                     Contoh: 1. "Saya senang sekali," kata Ayah, "karena sudah wisuda."
                 h. Tanda koma dipakai diantara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat, dan                                tanggal, nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
                     Contoh: 1. Sdr. Abidin, Jalan Semangka 5, Jakarta Dekan Fakultas Kedokteran,                                                        Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta.
                                   2. Jawa Barat, 10 November 1945 Berlin, Jerman..
                  i. Tanda koma dipakai diantara tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun penerbit.
                     Contoh: 1. Tojo, Sudiro,S.Pd.,Sudahkah Kita berbiacara bahasa indonesia? 
                                   2. Indonesia?, Permata, Puring, 2011
.