Menganalisa Suatu Model Grafis terhadap Software yang dipakai (Blender)

Pada tugas softskill yang ke-2 pada semester 5 ini, saya akan menganalisa suatu model grafis terhadap software yang digunakan yaitu blender. Dibawah ini gambar objek meja dan bangku menggunakan software blender.



            Alasan saya menggunakan software blender adalah mudah dipelajari bagi kaum amateur (pemula). Hasil gambar yang lumayan baik dan software ini bersifat open source dan dapat digunakan di berbagai platform seperti windows, linux, solaris dan lain-lain. Tetapi kekurangan dari software blender ini adalah banyaknya tools yang membuat user amateur sedikit sulit dipahami.

            Jika saya bandingkan dengan 3D Max, lebih banyak fitur professional dalam pemodelan, animasi, simulasi, dan lain-lain. Gambarnya pun lebih bagus jika dibandingkan dengan blender. Tetapi kekurangan dari software 3D Max ini adalah sulit bagi amateur (pemula) untuk mempelajari software ini karena banyaknya fitur professional yang harus dihafal dan dipahami serta memakan memory yang cukup besar.

Menganalisis Objek Grafis

Pertama-tama, saya akan menjelaskan Desain Pemodelan Grafik. Desain Pemodelan Grafik diambil dari 3 kata yang masing-masing memiliki pengertiannya.
1.      Desain: Kata dasar dari Designo yang diambil dari bahasa italia yang memiliki arti “ gambar “. Tetapi dari bahasa Inggris, Desain memiliki kata dasar Designare yang memiliki arti “ merencanakan / merancang “ . jadi bisa disimpulkan Desain adalah proses untuk merancang, membuat, menggambar, dan menciptakan objek.
2.      Pemodelan: Memiliki kata dasar “ model “ yang merupakan membentuk suatu objek yang memerlukan perancangan dengan beberapa langkah ketika membuatnya.
3.      Grafik: suatu proses untuk membuat, menyimpan dan memanipulasi objek.
Dapat disimpulkan bahwa Desain Pemodelan Grafik adalah merancang, membuat yang kemudian memproses objek menjadi suatu bentuk dengan bantuan software komputer.
Pada kesempatan ini, saya aka menganalisa sebuah objek animasi didalam film Goosebumps.



Pada gambar diatas, terlihat beberapa objek hewan buatan seperti nyata tapi semua itu tidak lepas dari desain grafik komputer. Bisa kita lihat bahwa objek buatan tersebut sangat mirip pada aslinya seperti contoh gorilla dan disatukan dengan manusia asli sehingga membuat para penonton menganggap objek buatan tersebut benar-benar nyata.


Demikian analisis objek grafik saya terhadap film Goosebumps, terimakasih :)

Penilaian Serta Perbandingan Universitas binadarma.ac.id dan unja.ac.id Dengan Menggunakan easycounter.com

Binadarma.ac.id
Sejak Maret 2012, binadarma.ac.id memiliki peringkat 162.599 di dunia, sedangkan di Indonesia peringkat 3.207. binadarma.ac.id dimiliki dari beberapa entitas dari muham573. Penagihan kontak id: muham 573 ke Uptsim Bina Darma yang diselenggarakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia. Dalam Yandex indeks kutipan topical, Binadarma memiliki pagerank Google  yang layak dan hasil buruk yang disosialisasikan dengan jaringan social. Binadarma.ac.id domain yang aman tanpa komentar pengunjung. Dari pengunjung di seluruh dunia, binadarma.ac.id mendapat 98,7% dan berada di peringkat 11.765. Binadarma.ac.id memiliki 1.10K pengunjung dan tampilan halaman setiap hari. Binadarma.ac.id memiliki subdomain yaitu eprints.binadarma.ac.id dimana paling populer dengan 29.32%.




Unja.ac.id
Sejak April 2011, unja.ac.id memiliki peringkat 487.199 di dunia, sedangkan di Indonesia peringkat 8.727. Unja.ac.id dimiliki dari beberapa entitas dari Universitas Jambi Teguh Sumarsono yang diselenggarakan oleh pelanggan PT Telkom Indonesia dan Universitas Jambi. Unja memiliki pagerank Google yang tinggi dan hasil buruk yang disosialisasikan dengan jaringan social. Unja.ac.id domain yang aman tanpa komentar pengunjung. Dari pengunjung di seluruh dunia, unja.ac.id mendapat 100% dan berada di peringkat 10.430. Unja.ac.id memiliki 1.49K pengunjung dan 2.08K tampilan halaman setiap hari. Unja.ac.id memiliki subdomain yaitu fkip.unja.ac.id dimana paling populer dengan 13,89%.



Perbandingan binadarma.ac.id dengan unja.ac.id yaitu dari pengunjung di seluruh dunia dimana binadarma.ac.id hanya mendapat 98,7% dengan peringkat 11.765 dan hanya memiliki 1.10K pengunjung dan tampilan halaman setiap hari, sedangkan unja.ac.id unggul mendapat 100% dengan peringkat 10.430 dan memiliki 1.49K pengunjung dan 2.08K tampilan halaman setiap hari.

Metodologi Penilaian Website easycounter.com (detik.com)

Easycounter.com merupakan suatu website yang gratis yang menyediakan informasi untuk melacak popularitas website.

Menganalisa website detik.com
Pada April 2011, detik.com peringkat 305 di dunia dan peringkat 7 di Indonesia. Detik.com dimiliki oleh entitas dari Siberkom PT. Agranet Multicitra Aldevco Octagon Building lt 2 yang diselenggarakan oleh PT. Detik . Detik memiliki pagerank Google yang tinggi dan hasil yang buruk dalam hal Yandex indeks kutipan topical. Detik.com sangat disosialisasikan yang dihubungkan dengan saham Google+ (210K), saham Facebook (97.7K), dan Twitter (5.54K). detik.com merupakan domain yang dipercaya dengan ulasan pengunjung yang positif.
Detik.com memiliki 89,45% dari lalu lintas Indonesia yang berada di peringkat 8.
Detik.com mempunyai 1.29M pengunjung dan 9.34M halaman yang diulas setiap hari.
News.detik.com merupakan subdomain detik.com yang paling populer dengan 22,81% total lalu lintas.
Detik.com mempunyai Google PR 6 dan kuncinya adalah detik dengan 6,11% lalu lintas pencarian.
Detik.com memiliki keterlibatan social 7,9%  total lalu lintas dari jaringan social dalam kurun waktu 3 bulan terakhir dan paling aktif terdeteksi di Google (210K+). 




MEMAKAI DAN MANFAAT INTERNET SAAT PERTAMA KALI

MEMAKAI DAN MANFAAT INTERNET SAAT PERTAMA KALI

Pertama kali saya memakai internet saat saya belajar computer di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu, saya diajarkan bagaimana cara ngebrowsing. Setelah itu, saya mencoba ngebrowsing sendiri seperti ngebrowsing gambar-gambar yang positif, mencari tugas-tugas melalui internet. Kemudian saya lebih sering membuka-membuka internet untuk mencari hal-hal yang positif. Manfaatnya tentu mudah dapat informasi-informasi dan pengetahuan disbanding harus membaca dan mencari-cari buku dan belum tentu apa yang kita cari itu ada. Demikian deskripsi saya tentang memakai internet pertama kali.
Membetulkan dan Mengefektifkan Kalimat
·         Untuk dapat membetulkan sesuatu, harus mengetahui dengan tepat letak kesalahan terlebih dahulu.
·         Perlu dibedakan antara kalimat yang salah dan kalimat yang kurang efektif.
·         Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat ditangkap dan mudah dipahami oleh pembaca, menghayati masing-masing tuturan ini.
·         Kesalahan kalimat dapat dibedakan dari dua segi yaitu kesalahan internal dan kesalahan eksternal.
·         Kesalahan internal adalah kesalahan kalimat yang diukur dari unsur-unsur dalam kalimat.
·         Kesalahan eksternal adalah kesalahan kalimat yang diukur dari unsur luar kalimat yang bersangkutan. Contoh: Kepada semua informan mendapatkan dua macam instrument yaitu angket dan catatan kegiatan.
·         Kelogisan kalimat akan tampak pada kejelasan fungsional antarusur kalimat yaitu unsure pokok (subjek), sebutan (predikat), objek, pelengkap, dan keterangan. Contoh: Dalam sayuran daun hijau sudah terdapat pengadaan gizi yang lengkap, pencernaan menjadi lancer, kesehatan, dan kesejahteraan terjamin.
·         Kesalahan kalimat secara eksternal diukur dari cocok tidaknya sebuah kalimat-kalimat.
·         Dalam menyusun sebuah kalimat seringkali dengan kata depan atau preposisi, lalu verbanya menggunakan bentuk aktif atau berawalan men-naik dengan atau tanpa akhiran kan. Contoh: Bagi yang merasa kehilangan buku tersebut harap mengambilnya di kantor. Kalimat ini akan benar jika menghilangkan kata depan pada masing-masing kalimat atau mengubah verba pada kalimat misalnya dari aktif menjadi pasif.
·         Kesalahan kata depan pada awal kalimat yang biasanya diduduki subjek, sering juga ditemui pada objek. Contoh: Hari ini kita tidak akan membicarakan lagi mengenai soal harga tetapi soal ada tidaknya barang itu. Kalimat ini akan benar jika menghilangkan kata depan.
·         Kesalahan pemakaian kata depan lain dapat ditemui pada konstruksi frasa: termilik+pemilik. Adanya kecenderungan mengeksplisitkan hubungan antara termilik dengan pemilik dengan memakai kata depan dari atau daripada. Contoh: Kebersihan lingkungan adalah kebutuhan dari warga.
·         Dalam kalimat dasar, verba dapat dibedakan menjadi verba yang menuntut hadirnya satu pelaku dan verba yang menuntut hadirnya lebih dari satu pelaku. Dalam pembentukan kalimat, kesalahan yang mungkin terjadi ialah yang penggunaan verba dua pelaku, namun salah satu pelakunya tidak tercantumkan. Contoh: Dalam perkelahian itu dia berpukul-pukulan dengan gencarnya.
·         Menurut kaidah, konstruksi pasif berpronomina berpola aspek+pronomina+verba dasar.
·         Kesalahan yang sering terjadi ialah penempatan aspek di antara pronominal dengan verba atau dalam pola: pronominal+aspek+verba dasar. Contoh: saya sudah katakana bahwa…
·         Dalam menyusun kalimat sering dipakai kata sarana dapat berupa kata depan dan kata penghubung.
·         Kesalahan pemakaian kata depan umumnya terjadi pada pemakaian kata depan di, pada, dan dalam. Ketiga kata depan ini sering dikacaukan. Contoh: Disaat istirahat penyuluh mendatangi para petani.
·         Adapun kesalahan pemakaian kata penghubung umumnya terjadi karena ketidaksesuaian antara pemakaian kata penghubung dan makna hubungan antarklausanya. Contoh: rapat hari ini ditunda berhubung peserta tidak memenuhi kuoram.
·          Setiap tuturan terdiri atas beberapa bagian atau satuan gramatikal. Contoh: Setamat dari SMA, Wati bercita-cita melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi. Fakultas Ekonomi didirikan pada tahun 1972. Dosen, asisten, dan karyawan mempunyai dedikasi yang cukup tinggi.

·         Ekonomis dalam berbahasa berarti penghematan kata dalam tuturan.

PEMBENTUKAN LEBIH LANJUT

D. PEMBENTUKAN LEBIH LANJUT
·         Pembentukan kata turunan melalui proses morfologi bahasa Indonesia dengan kata-kata serapan sebagai bentuk dasarnya.
·         Kata-kata serapan adalah proses pembentukan sebagaimana warga kosakata yang lain. Ada 3 macam proses pembentukan:
1)      Pengimbuhan
2)      Pengulangan
3)      Pemajemukan
·         Unsur serapan hanya menyangkut pengimbuhan karena dalam pengulangan dan pemajemukan tidak ada yang perlu dibicarakan.
·         Pembentukan lebih lanjut sudah dimulai ketika konfiks:
Ø  Peng-an, dan
Ø  Ke-an dengan unsur serapan sebagai kata dasarnya.
·         Waktu dibicarakan pengulangan kata:
Ø  ‘data’ ,
Ø  ‘politisi’ , dan
Ø  ‘arwah’
·         Penambahan awalan:
Ø  Meng- ,
Ø  Peng- , dan
Ø  Peng-an , perlu diamati karena kata dasar yang berupa serapan diperlakukan sama atau berbeda dengan kata-kata yang lebih asli.
·         Unsur-unsur serapan ada yang diawali dengan gugus konsonan.
·         Kata-kata yang diawali oleh konsonan hambatan tak bersuara:
Ø  /p/ ,
Ø  /t/ ,
Ø  /k/ , dan
Ø  Geseran apiko-alveloar /s/ , mendapat awalan meng- atau peng- fonem tersebut hilang/luluh.